Jakarta — Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, fenomena parenting modern kini menjadi sorotan. Bukan hanya tentang cara mendidik anak, tetapi juga tentang tekanan sosial yang semakin membebani peran orang tua, khususnya ibu.
Seorang ibu berinisial A (29), yang ditemui dalam sebuah forum diskusi parenting daring, mengaku kerap merasa kelelahan secara emosional.
Ia bukan tidak mampu, tetapi merasa terus dibandingkan.
“Rasanya semua orang tahu cara jadi ibu yang benar… kecuali saya,” ujarnya.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari separuh orang tua di Indonesia mengalami kelelahan mental dalam proses mengasuh anak. Tekanan datang dari berbagai arah ekonomi, ekspektasi keluarga, hingga standar tinggi yang terbentuk di media sosial.
Pengamat keluarga menyebut, era digital menciptakan apa yang disebut sebagai comparison culture, di mana orang tua tanpa sadar membandingkan diri dengan gambaran “keluarga ideal” yang tersebar di internet.
Tidak sedikit ibu yang akhirnya merasa :
▪︎ kurang sabar
▪︎ kurang telaten
▪︎ bahkan merasa gagal
Padahal, realita yang mereka lihat sering kali hanya potongan terbaik dari kehidupan orang lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, gaya pengasuhan juga mengalami perubahan.
Metode seperti gentle parenting sempat menjadi tren, namun kini mulai bergeser.
Sebagian orang tua merasa metode tersebut sulit diterapkan secara konsisten dalam tekanan kehidupan sehari-hari.
Sebagai respons, muncul pendekatan baru yang lebih realistis menggabungkan empati dengan ketegasan.
Psikolog keluarga menyoroti bahwa tekanan berkepanjangan ini berisiko memicu parenting burnout, kondisi kelelahan fisik dan emosional akibat peran sebagai orang tua.
Gejalanya meliputi :
▪︎ mudah marah
▪︎ merasa hampa
▪︎ kehilangan koneksi dengan anak
Jika tidak ditangani, kondisi ini tidak hanya berdampak pada orang tua, tetapi juga pada kualitas hubungan dalam keluarga.
Di balik foto keluarga yang tampak bahagia, ada cerita yang jarang terdengar:
tentang ibu yang ingin istirahat tapi merasa bersalah,
tentang ayah yang diam-diam kelelahan,
tentang orang tua yang berusaha tetap kuat… meski rapuh.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa parenting di era modern bukan hanya soal mendidik anak, tetapi juga bertahan dalam tekanan yang tak selalu terlihat.
Fenomena parenting modern hari ini bukan tentang siapa yang paling benar,
melainkan siapa yang mampu bertahan tanpa kehilangan dirinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar